A Fashionate Ande-ande Lumut

A Fashionate Ande-ande Lumut
ketika warga kelurahan Setonopande tumpah-ruah dalam karnaval

rapat "pleno" kelurahan

rapat "pleno" kelurahan
Lurah dan segenap perangkat kelurahan melakukan rapat kordinasi dengan RT-RW dan seluruh pengurus LPMK

Minggu, 07 Februari 2010

Sepuluh Peluru Aktif Ditemukan Di Depan Gereja

Kediri, Warta Kota
Warga Jalan Sam Ratulangi, Kelurahan Setonopande, Kota Kediri, Jawa Timur, dikejutkan dengan temuan 10 butir peluru yang masih aktif di depan Gereja Bethel Tabernakel (GBT).
Kesepuluh peluru tersebut ditemukan Sajuri (84), ketika ia sedang mengobrol dengan tetanggnya, Selasa (28/7) pagi.
Ia curiga saat melihat ada benda mencurigakan mirip dengan peluru. Setelah dicek, ternyata benda itu memang peluru.
Di lokasi tersebut, ia menemukan sejumlah lima butir, yang kemudian diberitahukan kepada tetangganya.
Sajuri kembali menemukan dua peluru lagi di depan GBT, dekat dengan lokasi rumahnya. Ia dan warga setempat lantas melaporkan temuannya itu kepada polisi.
Polisi yang mendapati laporan tersebut langsung melakukan penyisiran dan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi tersebut.
Pada saat penyisiran, tim dari Satuan Brimob Kompi I Detasemen C Kepolisian Daerah (Polda) Jatim menemukan tiga butir peluru di sekitar lokasi itu. Dengan demikian, totalnya 10 butir.
Dari penyelidikan sementara yang dilakukan petugas, tujuh peluru jenis SKS untuk laras panjang, dua peluru jenis RPG, dan sebuah peluru jenis CIS.
Perwira Pengawas Polresta Kediri, AKP Saikun, mengatakan, pihaknya masih menyelidiki penemuan 10 peluru aktif tersebut, termasuk mencari siapa pemiliknya.
"Kami belum mengetahui pemilik peluru tersebut, dan hingga kini kami masih menyelidikinya," kata Saikun.
Sementara itu, Komandan Pleton II Satuan Brimob Kompi I, Aipda Suwari mengatakan, untuk mengantisipasi peluru yang diduga masih ada, pihaknya terus melakukan penyisiran di sekitar lokasi.
Menyinggung asal usul peluru dari pedagang barang bekas yang banyak berjualan di sekitar lokasi, Suwari menampiknya. Pihaknya ragu jika benda berbahaya seperti itu dimiliki oleh penjual barang bekas.
"Kami ragu jika itu dimiliki oleh penjual barang bekas. Kami menduga peluru itu milik polisi atau tentara yang sengaja dibuang," katanya.
Sementara itu, warga yang memadati areal di sekitar lokasi temuan itu langsung bubar setelah petugas kembali ke posnya. (Ant/apr) Selasa, 28 Juli 2009 13:21 WIB

Tidak ada komentar: